Skip to main content

Perbandingan Python, Lua, Ruby

Python VS Ruby VS LUA

Salah satu perbedaan pertama yang muncul ketika memikirkan perbandingan Python VS Ruby adalah penggunaan dari bahasa-bahasa ini. Orang-orang sering bertanya-tanya untuk apa bahasa Ruby digunakan, atau bagaimana Python dibandingkan dengan Ruby - kenyataannya adalah meskipun kedua bahasa ini berada di sekitar bidang penggunaan yang serupa, sebetulnya tidak sama kalau kamu melihat lebih dekat. Ruby hampir secara eksplisit digunakan untuk tujuan pengembangan web. Meskipun kamu mungkin melihat bahwa Python juga merupakan bahasa pemrograman yang fokus pada pengembangan web, akan sulit untuk mengatakan bagaimana Python dapat sebanding dengan Ruby dalam aspek ini. Python lebih banyak digunakan dalam 

Aspek utama lain dalam perbandingan Python VS Ruby adalah 

Terakhir, Ruby sangat 

Demikian beberapa perbedaan utama antara Python VS Ruby. Meskipun mereka tidak se-teknis yang diekspektasikan, filosofi inti mereka menarik orang-orang dengan tujuan pemrograman yang berbeda. Sekarang setelah kamu tahu apa itu Ruby serta penggunaannya dan juga apa yang istimewa tentang Python, ada satu hal terakhir yang perlu kita lakukan sebelum kita dapat beralih ke perbandingan Python VS Ruby - kita harus menetapkan aspek-aspek tertentu untuk analisis kita.

Lua merupakan bahasa pemrograman yang cukup populer dan sangat banyak digunakan dalam dunia pengembangan games, Lua sendiri adalah bahasa pemrograman yang ringan, efisien, namun powerful. Dibandingkan dengan bahasa pemrograman terkenal seperti PHP, Perl, Python dan Ruby, Lua menonjol karena efisiensi, kecepatan dan kuat pada deskripsi dan manajemen data. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari bahasa Lua:

  1. Bahasa pemrograman yang portable
  2. Sangat mudah dipahami
  3. Lua itu cepat
  4. Sering di merge (dipasangkan) dengan bahasa pemrograman lainnya
  5. Tidak membutuhkan kapasitas memory dan hard disk yang tinggi untuk menginstall Lua
  6. Lua terbukti sangat powerful
  7. Banyak dokumentasi tentang cara pengembangan menggunakan bahasa Lua.

Dikembangkan di Brazil

Lua (dibaca Loo-ah) yang berarti Bulan didalam bahasa Portugis, pertama kali dikembangkan di Brazil pada tahun 1993 oleh beberapa orang dari Tecgraf, University of Rio de Janeiro berdasarkan permintaan dari perusahaan Petrobras untuk simulasi data pada salah satu aplikasi yang dimilikinya. Hingga kini, penggunaan Lua sudah berkembang sangat pesat. Mulai dari aplikasi umum, hingga aplikasi yang memiliki fungsi spesifik. Tidak terkecuali untuk membuat permainan (games). Suatu hal yang diluar ekspektasi tim pengembang bahasa pemrograman Lua. Kini, Lua memiliki basis pengguna yang cukup banyak dan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Lua juga memiliki forum diskusi yang aktif, dengan jumlah pengguna sekitar 500 orang dari 30 negara di seluruh dunia. Website resminya dikunjungi sekitar 500 pengunjung unik per harinya, yang berasal dari 50 negara yang berbeda. Namun begitu, jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain, peringkat Lua memang belum bisa menyaingi bahasa pemrograman populer seperti Java, C, ataupun Python. Dari data yang dirilis 

Lua dan Aplikasi Populer

Berikut adalah contoh penggunaan Lua didalam aplikasi yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari. Inilah poin terkuat dari bahasa pemrograman Lua. Jumlah games populer yang memanfaatkan Lua cukup banyak. Dan berikut adalah beberapa diantaranya:

  • Sim City 4, permainan simulasi mengelola kota virtual
  • Civilization V, permainan simulasi mengelola suatu peradaban
  • Tom Clancy’s H.A.W.X, permainan simulasi pesawat tempur
  • Serial Star Wars, diangkat dari judul film fiksi populer
  • World of Warcraft, permainan dengan genre Real Time Strategy (RTS). Permainan ini diangkat menjadi film layar lebar
  • Crysis, permainan dengan genre First Person Shooter (FPS)
  • Angry Birds, permainan kasual yang bercerita tentang sekawanan burung yang diserbu oleh gerombolan babi pengacau. Juga diangkat menjadi film layar lebar

Selain permainan, berikut adalah beberapa aplikasi populer yang menggunakan Lua sebagai komponen didalamnya:

  • Wireshark, aplikasi untuk menganalisa paket didalam suatu jaringan
  • NMAP, aplikasi pemindai keamanan jaringan
  • Adobe Lightroom, aplikasi pengolah gambar populer menggunakan Lua untuk tampilan antarmuka
  • Rockbox, firmware pemutar audio open-source, mendukung plugin didalam bahasa Lua
  • VLC Media Player, aplikasi pemutar media, mendukung plugin yang ditulis menggunakan Lua

Comments

Popular posts from this blog

Teknologi Grafik Komputer

Teknologi grafik komputer dapat berupa hardware ataupun software untuk mendukung pengolahan citra. Salah satu contoh hardware yang paling berperan penting dalam pengolahan citra komputer adalah Kartu Grafis. Pasar kartu grafis saat ini dikuasai oleh 2 brand yaitu AMD dan Nvidia. Radeon RX 5000 Series AMD RX 5000 Series adalah Kartu Grafis yang dikembangan oleh AMD dengan berbasiskan RDNA Arsitektur. AMD RX 5000 Series adalah generasi penurus untuk menggantikan AMD RX Vega Series yang menargetkan konsumer mainstream ataupun high end . Kartu grafis ini launching  pada 7 Juli 2019 dan dimanufaktur menggunakan TSMC's 7nm FinFET.   Performa dan Arsitektur AMD RDNA (Radeon DNA), astiketur baru dari produsen silikon AMD untuk lini produk kartu grafis mereka, yang merupakan penerus dari arsitektur GCN (Graphic Core Next). Peningkatan efisiensi daya pada arsitektur RDNA berhasil diwujudkan selain karena telah menggunakan fabrikasi 7 nm, juga peningkatan hing...